Sabtu, 06 Juni 2015

Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia

Wah, kalo ngomongin kurikulum jadi keinget ama dunia pendidikan ya. Keinget sama sekolah, kabur yuk! Wkwkwk. Tunggu dulu guys, jangan keburu bosen kalo denger hal-hal berbau pendidikan. Temen-temen inget kan tentang Kurikulum 2013 atau Kurtilas? Itu loh yang bikin kita pulang sore mulu dan nilainya dalam bentuk abjad. Hehehe, kaya anak kuliahan aja yaa. Kurikulum dibuat sebagai media dan program dalam pelaksanaan pembelajaran yang di dalamnya berisi rencana pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan jenjang pendidikannya. Perlu kamu tahu, kurikulum di Indonesia sudah mengalami pergantian dari masa ke masa. Mau tau perkembangan kurikulum di Indonesia? Cekidot!


1. Rencana Pelajaran 1947
Tahun 1947 merupakan awal dari kurikulum yang di Indonesia. Pada awalnya kurikulum di Indonesia bernama "Rencana Pelajaran" yang merupakan embrio dari kurikulum yang berkembang setelahnya. Tahun 1947 merupakan masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Pengaruh penjajah terhadap masih kuat bahkan terhadap dunia pendidikan kita. Rencana Pelajaran 1947 juga masih mengadopsi sistem pendidikan Belanda dan Jepang. Kurikulum ini dibuat dengan berlandaskan development conformism dalam rangka pembentukan kepribadian dan karakter Indonesia. Pada masa ini semangat nasionalisme masih kental dengan penekanan terhadap karakter bangsa Indonesia yang diterapkan pada kurikulum.

2. Rencana Pelajaran Terurai 1952
Selang 5 tahun muncul Rencana Pelajaran Terurai yang berusaha memperbaharui Rencana Pelajaran 1947. Kurikulum menitikberatkan pada sistem pendidikan nasional yang mungkin pada saat itu Indonesia telah memiliki kebijakan dan sistem dalam pendidikan. Ciri dari kurikulum ini adalah isi pelajaran yang dibuat disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari.

3. Kurikulum 1964
Masuk ke tahun 1964 namanya berubah menjadi Kurikulum 1964  yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Kurikulum 1964 menitikberatkan pada kompetensi ilmu pengetahuan. Dengan melihat tujuan kurikulum dalam penguasaan ilmu pengetahuan, maka dibuatlah program Pancawardhana. Program Pancawardhana ini mirip dengan aspek-aspek evaluasi dalam belajar, meliputi aspek kognitif, afketif, dan psikomotorik. Program Pancawardhana meliputi aspek moral, kecerdasan, emosional/artistik, keterampilan, dan jasmani (Hamalik, 2004).

4. Kurikulum 1968
Kurikulum ini sangat berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila. Program Pancawardhana digantikan dengan program-program yang menitikberatkan pada pembentukan manusia Pancasila. Manusia Pancasila sejati diharapkan memiliki kepribadian yang kuat, sehat jasmani, pencapaian kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.

5. Kurikulum 1975
Perubahan zaman mempengaruhi perkembangan kurikulum dari masa ke masa. Kurikulum 1975 dibuat dengan berfokus pada tujuan yang ingin dicapai sehingga muncul Prosedur Pengembangan
Sistem Instruksional (PPSI) untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tujuan yang dicapai perlu memperhatikan unsur efektivitas dan efisiensi. Kurikulum 1975 sudah menerapkan psikologi tingkah laku seperti Gagne yang menerapkan stimulus-respon.

6. Kurikulum 1984
Ciri khas dari kurikulum 1984 adalah program CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Program CBSA merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa. Pembelajaran diselenggarakan secara objektif, dimana pembelajaran berpusat pada siswa itu. Siswa diberi kebebasan secara aktif untuk terlibat dalam aspek fisik, mental, intelektual, dan emosional. Indikator penilaiannya juga mencakup aspek afektif, psikomotorik, dan kognitif. Sistem kurikulum ini hampir mirip dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

7. Kurikulum 1994
Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 1984. Ciri khas dari kurikulum ini adalah sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu caturwulan. Kurikulum ini menitikberatkan pemberian materi sebanyak-banyaknya kepada peserta didik dan pemberian pengulangan terhadap materi yang sulit. Kalau temen-temen yang dulu sekolah tahun '90an pasti kenal dengan kurikulum ini dong, hehe. Materi yang diberikan cukup padat. Masih inget kan, sampai-sampai temen kita disuruh menuliskan catatan pelajaran di papan tulis seabreg penuh. Haduh, jadi nostalgia :)

8. Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004
Kurikulum ini berpadanan pada pencapaian kompetensi atau keterampilan (skill) dari siswa. Kelak pencapaian kompetensi siswa ini memiliki manfaat dalam kehidupannya kelak seiring dengan kemajuan IPTEK. Sistem pembagian waktu pelajaran berganti menjadi semester.

9. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006
Hampir mirip dengan Kurikulum 1984 yang menerapkan keaktifan dari siswa dan aspek penilaian dari siswa yang mencakup aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Kurikulum ini diterapkan pada masing-masing satuan pendidikan dengan maksud memberikan otonomi atau kewenangan kepada setiap lembaga pendidikan. KTSP tersusun atas Stanadar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). SI adalah ruang lingkup materi dan kompetensi dalam pengembangan kurikulum dan SKL pedoman penilaian kelulusan siswa.

10. Kurikulum 2013
Nah ini dia yang ditunggu, Kurtilas! Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang diterapkan di Indonesia yang merupakan pengembangan dari kurikulum KTSP. Ada 3 aspek dalam penilaiannya: pengetahuan, keterampilan/keberanian, dan sikap. Matematika menjadi mata pelajaran yang mengalami penambahan materi dengan tujuan penetapan standar Internasional sehingga mampu bersaing dengan pembelajaran di luar negeri. Menteri Anies Baswedan menghentikan kurikulum ini bagi sekolah yang baru menerapkan selama 1 semester. Wuidihh.

Demikian sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia, panjang banget kan? Setiap fase kurikulum memiliki ciri dan memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Semoga bermanfaat :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Saran dan Kritik Anda